Tingkatan Parfum yang Perlu Kamu Tahu Sebelum Produksi

person holding red ceramic mug

Tahukah kamu kalau parfum itu ternyata punya banyak jenis berdasarkan konsentrasi aromanya? 🫧
Buat kamu yang berencana memproduksi parfum sendiri, penting banget untuk paham dulu perbedaannya. Kenapa? Karena jenis parfum yang kamu pilih akan sangat memengaruhi ketahanan wangi, harga jual, hingga biaya produksi. Yuk, kita bahas satu per satu!

1. Extrait de Parfum (Parfum)

Jenis ini adalah yang paling “luxury”. Konsentrasi minyak aromanya bisa mencapai 20–40%, sehingga wanginya tahan lama bahkan sampai 24 jam. Karena bahan baku essential oil yang digunakan jauh lebih banyak, otomatis biaya produksinya paling tinggi. Biasanya ditujukan untuk pasar premium dengan margin besar .

2. Eau de Parfum (EDP)

Pilihan paling populer untuk pasar menengah ke atas. Kandungan minyak aromanya sekitar 15–20%, dengan daya tahan wangi 6–12 jam. Biaya produksinya lebih rendah dibanding Extrait, tapi tetap terasa mewah. Cocok untuk brand yang ingin menghadirkan kualitas tinggi dengan harga yang masih bisa dijangkau lebih luas .

3. Eau de Toilette (EDT)

Lebih ringan dibanding EDP, dengan konsentrasi 5–15%. Ketahanan aromanya 3–6 jam. Karena kandungan minyak aromanya lebih sedikit, biaya produksinya lebih hemat, sehingga harga jual bisa lebih terjangkau. Inilah sebabnya EDT sering jadi produk favorit di segmen mass market .

4. Eau de Cologne (EDC)

Dengan konsentrasi hanya 2–5%, EDC menawarkan aroma segar yang bertahan sekitar 2–3 jam. Biaya produksinya relatif rendah, cocok untuk target pasar remaja atau konsumen yang mencari parfum ekonomis namun tetap stylish.

5. Eau Fraîche

Jenis paling ringan, dengan minyak aroma kurang dari 3%. Wanginya hanya bertahan 1–2 jam, tapi karena formulanya sangat sederhana, biaya produksinya paling rendah. Biasanya diposisikan sebagai produk entry level atau pelengkap gaya hidup.


Kenapa Harus Paham Jenis & Biaya Produksi?

Memahami perbedaan jenis parfum bukan hanya soal wangi dan ketahanannya, tapi juga strategi bisnis:

  • Premium market → Extrait de Parfum & EDP (biaya produksi tinggi, margin besar).
  • Mass market → EDT & EDC (biaya produksi moderat, volume penjualan besar).
  • Produk entry level → Eau Fraîche (biaya produksi rendah, penetrasi pasar cepat).

Dengan begitu, sebelum menentukan parfum yang ingin kamu produksi, kamu bisa menyesuaikan jenis parfum dengan budget produksi sekaligus target market. Jadi produkmu bukan hanya wangi, tapi juga tepat sasaran secara bisnis!

Ingin mulai produksi? Yuk jadwalkan meeting bersama tim kami!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post